Rabu, 13 April 2011

KEBUDAYAAN SUKU BATAK

A. SEJARAH

Kerajaan Batak didirikan oleh seorang Raja dalam negeri Toba sila-silahi (silalahi) lua’ Baligi (Luat Balige), kampung Parsoluhan, suku Pohan. Raja yang bersangkutan adalah Raja Kesaktian yang bernama Alang Pardoksi (Pardosi). Masa kejayaan kerajaan Batak dipimpin oleh raja yang bernama. Sultan Maharaja Bongsu pada tahun 1054 Hijriyah berhasil memakmurkan negerinya dengan berbagai kebijakan politiknya.

B. DESKRIPSI LOKASI

Suku bangsa Batak dari Pulau Sumatra Utara.Daerah asal kediaman orang Batak dikenal dengan Daratan Tinggi Karo, Kangkat Hulu, Deli Hulu, Serdang Hulu, Simalungun, Toba, Mandailing dan Tapanuli Tengah.Daerah ini dilalui oleh rangkaian Bukit Barisan di daerah Sumatra Utara dan terdapat sebuah danau besar dengan nama Danau Toba yang menjadi danau orang Batak. Dari segi lokasinya pun, suku batak terletak di atas. Jadi dari segi udara pun sangat dingin.

C. Marga dan Tarombo
MARGA adalah kelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah (patrilineal). Sistem kekerabatan patrilineal menentukan garis keturunan selalu dihubungkan dengan anak laki-laki. Seorang ayah merasa hidupnya lengkap jika ia telah memiliki anak laki-laki yang meneruskan marganya. Dan bila seorang ayah tidak memiliki keturunan anak laki-laki, hidupnya terasa kurang bahagia karna tidak ada yang meneruskan garis keturunan marganya. Sesama satu marga dilarang saling mengawini, dan sesama marga disebut dalam Dalihan Na Tolu disebut Dongan Tubu. Menurut buku “Leluhur Marga Marga Batak”, jumlah seluruh Marga Batak sebanyak 416, termasuk marga suku Nias.

TAROMBO adalah silsilah, asal-usul menurut garis keturunan ayah.Dengan tarombo seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga. Bila orang Batak berkenalan pertama kali, biasanya mereka saling tanya Marga dan Tarombo. Hal tersebut dilakukan untuk saling mengetahui apakah mereka saling “mardongan sabutuha” (semarga) dengan panggilan “ampara” atau“ marhula-hula” dengan panggilan “lae/ tulang”. Dengan tarombo, seseorang mengetahui apakah ia harus memanggil “Namboru” (adik perempuanayah/bibi),“Amangboru/Makela”,(suami dari adik-ayah/Om),“Bapatua/Amanganggi/Amanguda” (abang/adik ayah),“Ito/boto”(kakak/adik), PARIBAN atau BORU TULANG (putri dari saudara laki laki ibu) yang dapat kita jadikan istri, dst.

D. UNSUR BUDAYA

a. Bahasa
Dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari, orang Batak menggunakan beberapa logat, ialah: (1)Logat Karo yang dipakai oleh orang Karo; (2) Logat Pakpak yang dipakai oleh Pakpak; (3) Logat Simalungun yang dipakai oleh Simalungun; (4) Logat Toba yang dipakai oleh orang Toba, Angkola dan Mandailing.
Dan dalam masing bahasa tersebut berbeda satu sama lain. Belum tentu suku batak toba bisa mengerti logat batak simalungun. Karna pada umumnya masing-masing logat berbeda satu sama lain.
Dari semua logat yang ada di suku batak, pada umumnya kebanyakan orang batak menggunakan logat Batak Toba.

b. Pengetahuan
Orang Batak juga mengenal sistem gotong-royong kuno dalam hal bercocok tanam. Selain bercocok tanam, orang-orang batak juga membuat tambak ikan. Contoh bercocok tanam , yaitu bertani, menanam coklat, menanam jagung dan menanam kelapa sawit.
Dalam bahasa Toba hal itu disebut "Marsiurupan".

E. Teknologi
Masyarakat Batak telah mengenal dan mempergunakan alat-alat sederhana yang dipergunakan untuk bercocok tanam dalam kehidupannya. Seperti cangkul, bajak, tongkat tunggal, sabit, atau ani-ani.
Bercocok tanam dalam segi bajak ada dua macam, yaitu bajak dengan mesin dan bajak menggunakan hewan. Seperti kerbau atau sapi.

F. Organisasi Sosial

a. Perkawinan
Pada tradisi suku Batak seseorang hanya bisa menikah dengan orang Batak yang berbeda klan sehingga jika ada yang menikah dia harus mencari pasangan hidup dari marga lain selain marganya.
Bila ada yang menikah dengan satu marga, dia sudah melanggar adat. Dan akan dapat sanksi dari kepala adat yg bersangkutan. Bila sudah terjadi, akan terjadi suatu musibah di dalam hidupnya akibat melanggar peraturan adat batak tersebut.
Apabila yang menikah adalah seseorang yang bukan dari suku Batak maka dia harus diadopsi oleh salah satu marga Batak (alias membeli marga). Dalam hal membeli marga, seseorang tersebut membuat acara untuk membeli marga, mengundang ketua adat dan raja-raja adat. Lalu meresmikannyaa dengan acara adat memotong daging babi atau daging kerbau.

b. Kekerabatan
Kelompok kekerabatan suku bangsa Batak berdiam di daerah pedesaan yang disebut Huta di dalam bahasa batak toba. Biasanya satu Huta didiami oleh keluarga dari satu marga. Marga tersebut terikat oleh simbol-simbol tertentu misalnya nama marga. Klen kecil tadi merupakan kerabat patrilineal yang masih berdiam dalam satu kawasan. Sebaliknya klen besar yang anggotanya sdah banyak hidup tersebar sehingga tidak saling kenal tetapi mereka dapat mengenali anggotanya melalui nama marga yang selalu disertakan dibelakang nama kecilnya. Bila seseorang mempunyai marga yang sama antara seorang yang lain, maka untuk memanggil kepada orang lain harus di lihat dari urutan nomor marga tersebut. Bila nomor seseorang di bawah kita, maka kita memanggil adik,walaupun umur dia di atas kita. Bila nomor seseorang di atas kita, maka kita memanggil paman (UDA). Dan bila nomor seseorang setara dengan kita, maka kita panggil dia "ampara". Itu lah adat batak, tidak asal manggil seseorang di adat batak. Kalau dia benar-benar mengerti adat batak.

G. Kesenian
Seni Tari yaitu Tari Tor-tor (bersifat magis); Tari serampang dua belas (bersifat hiburan). Alat Musik tradisional : Gong; Saga-saga. Hasil kerajinan tenun dari suku batak adalah kain ulos. Kain ini selalu ditampilkan dalam upacara perkawinan, mendirikan rumah, upacara kematian, penyerahan harta warisan, menyambut tamu yang dihormati dan upacara menari Tor-tor. Kain adat sesuai dengan sistem keyakinan yang diwariskan nenek moyang. Ulos pun bisa di lihat bagus atau tidaknya, yaitu dari motif dan bentuk pernak-pernik yang terdapat di ulos tersebut.
Semakin bagus dan semakin banyak pernak-pernik yang terdapat di ulos tersebut, maka harga ulos tersebut akan semakin mahal.
Contoh Ulos Batak :

Contoh Rumah Adat Batak:

Sumber : google.co.id dan hasil pemikiran sendiri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar